Minggu, 29 Agustus 2010

Persembahan Buah

Namo Buddhaya semuanya, mengingat jumlah adik-adik GABI (sekolah minggu Buddhis) usia prasekolah semakin banyak, kali ini Kakak-kakak pembina akan berbagi salah satu kegiatan memperkenalkan persembahan altar, khususnya persembahan buah. Kita akan membuat gambar buah jeruk, tapi bukan hanya buah jeruk, mau tau? Yuk kita baca panduan berikut ini.....

Bahan :
- kertas A4
- kertas lipat warna hijau, biru, kuning, merah, hitam
- gunting, lem & alat tulis

Persiapan:
- buatlah 5 buah gambar jeruk di kertas A4 sesuai dengan jumlah siswa
- buatlah 5 bentuk (persegi, lingkaran, segitiga, bintang, hati) pada kertas lipat dan bedakan berdasarkan warna, misalnya persegi di kertas warna biru, lingkaran di kertas warna hijau)

Langkah-langkah:
- bagikan gambar jeruk beserta 5 buah bentuk ke setiap anak
- sediakan juga lem yang dapat mereka gunakan untuk menempel
- mintalah mereka menempelkan bentuk-bentuk itu ke masing2 jeruk, berikan instruksi, misalnya di dalam jeruk pertama tempelkan bentuk persegi, di jeruk ke dua tempelkan bentuk bintang dst
- setelah mereka menempelkan bentuk-bentuk tersebut ke dalam gambar jeruk, kakak pembina dapat menanyakan bentuk dan warna dari setiap bentuk baik dalam bahasa indonesia maupun bahasa inggris atau mandarin, selain itu kakak pembina dapat juga meminta anak untuk menghitung jumlah jeruk pada gambar

Pengembangan:
- berikan keterangan gambar/warna berupa tulisan dengan huruf putus-putus yang dapat anak-anak tebalkan, tujuannya untuk melatih anak mengenal huruf dan melatih motorik anak

Komentar dari penulis :
Dari materi ini ada banyak hal yang bisa kita ajarkan, mulai dari mengenal persembahan, berhitung, mengenal bentuk, warna dan bahasa. Selain itu kita juga bisa melatih motorik anak dengan cara menempelkan bentuk-bentuk tersebut, merangsang visualnya dengan beragam bentuk dan auditorinya melalui instruksi-instruksi yang diberikan. Sebelum kegiatan dimulai, kakak pembina bisa menanyakan apakah ada yang punya altar di rumah, persembahan apa yang biasa dipersembahkan oleh anak-anak, kemudian baru sampaikan bahwa kita juga bisa mempersembahkan buah di atas altar, misalnya jeruk. Berikut ini adalah contoh hasilnya

Jumat, 20 Agustus 2010

Kursus Dasar Agama Buddha Paket A

Bagi teman-teman, pembina GABI yang ingin meningkatkan atau merefresh kembali pengetahuan tentang Dharma, ikutilah Kursus Dasar Agama Buddha Paket A (KDAB A) yang akan diselenggarakan pada :
               
  • Hari : Minggu, 29 Agustus 2010
  • Jam : 10.00 - 18.00 WIB
  • Tempat : Vihara Buddhayana Surabaya

Topik yang akan dibahas pada KDAB A ini yaitu :
- Inikah praktik agama kita
- Kemuliaan terlahir sebagai manusia
- Tiga corak kehidupan
- Tiga permata tiga perlindungan

Topik di atas akan dibawakan oleh MUP Krishnanda Widjaja Mukti dan Lim Hendra dari Pusdiklat Agama Buddha Indonesia.

Jadi tunggu apa lagi, segera daftarkan diri anda ke sekretariat panitia di Vihara Buddhayana Surabaya Jl. Putat Gede No.1 Surabaya

Jumat, 06 Agustus 2010

Hiri & Ottapa

Dalam Buddhist ada 2 hal yang dapat kita jadikan pedoman dalam meningkatkan kualitas diri kita, yaitu hiri dan ottapa. Hiri artinya rasa malu untuk berbuat jahat sedangkan ottapa berarti rasa takut akibat perbuatan jahat. Dengan mengembangkan hiri dan ottapa, kita akan terhindar dari perbuatan yang tidak baik. Itulah sebabnya hiri dan ottapa dikenal dengan sebutan pelindung dunia. Pada prinsipnya, hiri dan ottapa ini bisa timbul pada diri kita jika kita memiliki pengetahuan yang benar tentang sebab dan akibat dari perbuatan yang kita lakukan. Kita ambil sebuah contoh, misalnya mencuri. Jika kita mencuri, akibat apa yang akan kita dapatkan? Bila mencuri kita bisa ditangkap dan dipenjara, kita juga akan terlahir sebagai orang yang miskin. Contoh lain lagi, bagaimana jika kita berbohong? Kalau kita sering berbohong orang tidak ada yang mau percaya dengan kita, tidak ada yang mau berteman dengan kita. Selain itu, orang yang suka berbohong akan terlahir cacat(mulut sumbing, mulut yang berbau), tidak dipercaya dan sering menjadi sasaran fitnah dan caci maki. Pasti kita tidak mau kan menderita seperti itu, oleh sebab itu kita harus memiliki sila yang baik dengan tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berbuat asusila, tidak berbohong dan juga tidak mengkonsumsi barang2 yang dapat menimbulkan lemahnya kesadaran kita. Dan ingatlah selalu untuk berbuat baik dan selalu mengembangkan hiri dan ottapa. ^-^

Minggu, 01 Agustus 2010

IPGABI

Di antara para pembaca, mungkin ada yang bertanya-tanya apa sih IPGABI itu. IPGABI merupakan singkatan dari Ikatan Pembina Gelanggang Anak-anak Buddhis Indonesia. IPGABI didirikan pada tanggal 25 Juni 1995 pada Sarasehan dan Temu Karya Nasional VIII Sekber PMVBI (Pemuda Buddhayana) di Jakarta. IPGABI merupakan wadah persatuan dari para pembina gelanggang anak-anak Buddhis Indonesia dan merupakan perangkat organisasi Sekretariat Bersama Persaudaraan Muda-mudi Vihara-vihara Buddhayana Indonesia (Sekber PMVBI (Pemuda Buddhayana)). Tujuan IPGABI adalah menghimpun dan mengkoordinasikan segenap potensi pembina gelanggang anak-anak Buddhis di lingkungan vihara/cetiya agar tekun membina diri serta aktif membantu usaha-usaha pengembangan Agama Buddha Indonesia.
Secara hirarki organisasi, IPGABI terdiri dari:
  • Organisasi skala nasional, yang dipimpin oleh Dewan Pengurus Pusat
  • Organisasi skala Provinsi, yang dipimpin oleh Dewan Pengurus Daerah
  • Organisasi skala vihara/cetiya, yang dipimpin oleh seorang Koordinator IPGABI PMV/C
Nah sekarang sudah tahu kan apa itu IPGABI..... Bagi rekan-rekan yang berminat silakan bergabung dengan kami untuk melayani para Buddha kecil yang tergabung dalam Gelanggang Anak-anak Buddhis Indonesia (sekolah minggu Buddhis) dan demi perkembangan Buddha Dhamma ^-^

Malu dan Takut

Jadi anak jangan pemalu,
apalagi malu-maluin.
Jadi anak jangan penakut,
apalagi suka nakut-nakutin.

Reff
Boleh malu kalau berbuat jahat
Boleh takut kalau berbuat salah
Maka jadilah engkau anak yang baik
Sesudah besar jadi orang berguna

Tathagata

Terpujilah Hyang Tathagata yang telah mencapai penerangan
Yang sempurna yang termulia di surga dan dunia
Yang membabarkan kesunyataan mengguncangkan alam semesta
Pelita kasih sayang telah menjalar dari Boddhigaya

Oh, untuk mu dan untukku dia berpesan untuk selalu
Berpedoman pada vinaya penuntun jalan hidup
Bagi semua dia wariskan hiri dan ottapa pelindung dunia
Persahabatan dan persamaan lenyapkan samsara

Oh... Engkau terpujilah Hyang Buddha
Oh... Engkau termulia
Oh... Engkau guru dewa dan manusia
Oh... Engkau pelindung dunia